Jumat, 06 Januari 2017

Teman-teman Terbaik (G4R)



Rindu dengan suasana kelas...
Suasaa yang benar-benar dirindukan...
Sekarang masing-masing dari kita berjuang untuk sukses.
Yaa... disetiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Terimakasih teman-teman yang sudah mengisi hari-hariku di masa putih hijau.
Aku bangga punya sahabat seperti kalian!

Hati Yang Sehat By Ahmad Fadillah

Artikel yang saya tulis ini bersumber dari teman saya. yaitu Alm. Ahmad Fadillah. Saya tertarik dengan artikel-artikelnya yang berisikan motivasi-motivasi. Saya akan membagikan beberapa pesan penting yang ia tulis diblognya.

Bismillahirrahmanirrahim...

HATI YANG SEHAT
Menurutnya hati yang sehat adalah...
1. Hati yang dapat merasakan penderitaan orang-orang disekitarnya
2. Hati yang selalu dapat memaafkan dan tidak mendendam
3. Hati yang dapat menerima kekalahan atas kompetesi yang dilakukannya

Dalam artikel ini Alm. Fadil meninggalkan pesan bahwa kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu dijalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan,keangkuhan dan semua beban yang menghambat diri ditempat start. Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tidak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagaiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Sumber:
http://catatan-anak-agama.blogspot.co.id/2015/06/hati-yang-sehat.html#links

Kamis, 05 Januari 2017

Yuk Belajar Ikhlas Seperti Gula

            Di dunia ini, tidak semuanya kita diperlakukan dengan baik dari semua orang. Allah bisa saja mengahadirkan orang-orang tertentu untuk menguji kita, dengan sikap dan sifat mereka yang mengesalkan. Kita pasti pernah merasakan bagaimana dongkolnya diejek, dihina, dan lain-lain. Jika kita bisa menghadapinya dengan tenang dan ikhlas, sudah ada pahala yang disiapkan untuk kita. Tapi tentu saja, tidak semudah itu untuk mengendalikan diri. Memang tidak gampang, tapi belum tentu sulit.
            Kalau kita mau sabar dan justru membalasnya dengan senyum termanis, Allah akan memberikan rahmat-Nya. Berbeda jika kita membalasnya dengan kemarahan. Jika kita membalas perbuatan mereka dengan cara yang sama, apa bedanya kita dengan mereka? Kemarahan bisa menggerogoti hati kita. Seperti hama yang suka menggeregoti tanaman.
            Seperti kisah Rasulullah saw. yang tidak pernah membalas orang-orang yang berbuat buruk pada beliau (melempar kotoran, meludahi, bahkan mencaci), dan justru beliau membalas mereka dengan kebaikan-kebaikan, yang membuat seseorang yang berbuat buruk itu akhirnya merasa malu sendiri.
Luaskan hati dengan sabar dan membalas setiap perbuatan buruk dengan hal yang baik. Semoga itu bisa menjadi cara untuk menebar kebaikan. Tidak perlu ngomel, cukup dengan senyum dan ucapan yang baik. Mungkin awalnya tidak gampang. Tapi, kalau tidak pernah dicoba, semakin lama akan semakin sulit.
Dan kita bisa belajar ikhlas seperti gula. Gula pasir memberi rasa manis pada kopi, tapi orang-orang hanya menyebutnya kopi manis, bukan kopi gula. Gula pasir memberi rasa manis pada teh, tapi orang menyebutnya teh manis bukan teh gula. Orang-orang menyebut roti manis bukan roti gula. Padahal bahan dasar yang membuat rasa itu manis adalah gula.
            Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, nama gula barulah disebut. Yaitu penyakit gula. Tapi gula tetap ikhlas, larut dalam memberi rasa manis. Begitulah kehidupan, kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut orang. Tapi apabila kesalahan pasti akan dibesar-besarkan. Walaupun kesalahan itu kecil, tapi orang-orang hanya terfokus pada kesalahan itu saja.
            Ikhlaskan seperti gula, larutlah seperti gula. Tetap semangat memberi kebaikan dan menebar manfaat, karena…
“kebaikan tidak untuk disebut tetapi untuk dirasakan”

            Tetap istiqomah dalam kebaikan.