File UAS TI
https://drive.google.com/file/d/0B6XREfzLdtRoQkRzY19jdGozcmc/view?usp=sharing
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sabtu, 07 Januari 2017
Jumat, 06 Januari 2017
Teman-teman Terbaik (G4R)
Rindu dengan suasana kelas...
Suasaa yang benar-benar dirindukan...
Sekarang masing-masing dari kita berjuang untuk sukses.
Yaa... disetiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Terimakasih teman-teman yang sudah mengisi hari-hariku di masa putih hijau.
Aku bangga punya sahabat seperti kalian!
Hati Yang Sehat By Ahmad Fadillah
Artikel yang saya tulis ini bersumber dari teman saya. yaitu Alm. Ahmad Fadillah. Saya tertarik dengan artikel-artikelnya yang berisikan motivasi-motivasi. Saya akan membagikan beberapa pesan penting yang ia tulis diblognya.
Bismillahirrahmanirrahim...
HATI YANG SEHAT
Menurutnya hati yang sehat adalah...
1. Hati yang dapat merasakan penderitaan orang-orang disekitarnya
2. Hati yang selalu dapat memaafkan dan tidak mendendam
3. Hati yang dapat menerima kekalahan atas kompetesi yang dilakukannya
Dalam artikel ini Alm. Fadil meninggalkan pesan bahwa kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu dijalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan,keangkuhan dan semua beban yang menghambat diri ditempat start. Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tidak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagaiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.
Sumber:
http://catatan-anak-agama.blogspot.co.id/2015/06/hati-yang-sehat.html#links
Kamis, 05 Januari 2017
Yuk Belajar Ikhlas Seperti Gula
Di dunia ini, tidak semuanya kita
diperlakukan dengan baik dari semua orang. Allah bisa saja mengahadirkan
orang-orang tertentu untuk menguji kita, dengan sikap dan sifat mereka yang
mengesalkan. Kita pasti pernah merasakan bagaimana dongkolnya diejek, dihina,
dan lain-lain. Jika kita bisa menghadapinya dengan tenang dan ikhlas, sudah ada
pahala yang disiapkan untuk kita. Tapi tentu saja, tidak semudah itu untuk
mengendalikan diri. Memang tidak gampang, tapi belum tentu sulit.
Kalau
kita mau sabar dan justru membalasnya dengan senyum termanis, Allah akan
memberikan rahmat-Nya. Berbeda jika kita membalasnya dengan kemarahan. Jika
kita membalas perbuatan mereka dengan cara yang sama, apa bedanya kita dengan
mereka? Kemarahan bisa menggerogoti hati kita. Seperti hama yang suka
menggeregoti tanaman.
Seperti
kisah Rasulullah saw. yang tidak pernah membalas orang-orang yang berbuat buruk
pada beliau (melempar kotoran, meludahi, bahkan mencaci), dan justru beliau
membalas mereka dengan kebaikan-kebaikan, yang membuat seseorang yang berbuat
buruk itu akhirnya merasa malu sendiri.
Luaskan
hati dengan sabar dan membalas setiap perbuatan buruk dengan hal yang baik.
Semoga itu bisa menjadi cara untuk menebar kebaikan. Tidak perlu ngomel, cukup
dengan senyum dan ucapan yang baik. Mungkin awalnya tidak gampang. Tapi, kalau
tidak pernah dicoba, semakin lama akan semakin sulit.
Dan
kita bisa belajar ikhlas seperti gula. Gula pasir memberi rasa manis pada kopi,
tapi orang-orang hanya menyebutnya kopi manis, bukan kopi gula. Gula pasir
memberi rasa manis pada teh, tapi orang menyebutnya teh manis bukan teh gula. Orang-orang
menyebut roti manis bukan roti gula. Padahal bahan dasar yang membuat rasa itu
manis adalah gula.
Akan
tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, nama gula barulah disebut. Yaitu
penyakit gula. Tapi gula tetap ikhlas, larut dalam memberi rasa manis.
Begitulah kehidupan, kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut orang.
Tapi apabila kesalahan pasti akan dibesar-besarkan. Walaupun kesalahan itu
kecil, tapi orang-orang hanya terfokus pada kesalahan itu saja.
Ikhlaskan
seperti gula, larutlah seperti gula. Tetap semangat memberi kebaikan dan
menebar manfaat, karena…
“kebaikan
tidak untuk disebut tetapi untuk dirasakan”
Tetap istiqomah dalam kebaikan.
Langganan:
Komentar (Atom)
